
Di balik hiruk pikuk jalanan kota Chongqing, terselip sebuah kisah perjuangan yang membuat ribuan netizen meneteskan air mata. Adalah Lin Jing, seorang ibu muda berusia 28 tahun yang sehari-harinya berjualan tahu kering di pinggir jalan. Namun, ia tidak sendiri; di samping lapaknya, ada dua anaknya yang masih kecil yang selalu setia menemani.
Kisah Lin Jing menjadi viral setelah seorang blogger bernama “Zi Jin” mengunggah pertemuan mereka. Lin Jing adalah sosok yang tangguh—ia tidak menangis saat menceritakan beban hidupnya yang berat, namun ia runtuh dan menangis tersedu saat menerima kebaikan dari orang asing.
Pelarian yang Berujung Pilu
Perjalanan hidup Lin Jing tidak pernah mudah. Lahir di keluarga yang pilih kasih, ia memilih bekerja sejak usia 15 tahun untuk mandiri. Di usia 18 tahun, ia menikah karena kehamilan yang tidak direncanakan. Meski sempat ragu, janji-janji manis dari keluarga sang suami meyakinkannya untuk mempertahankan bayi tersebut.
Namun, takdir berkata lain. Putranya, Miaomiao, lahir dengan penyakit jantung bawaan yang langka dan kompleks. Alih-alih mendapat dukungan, Lin Jing justru menghadapi kenyataan pahit: keluarga suaminya enggan mengobati sang anak.
Pengkhianatan dan Perjuangan Sendirian
Puncak penderitaan Lin Jing terjadi pada tahun 2019. Di tengah jeratan utang medis yang mencapai ratusan ribu Yuan, suaminya justru melarikan diri dan menghilang setelah melompat dari jembatan, meninggalkan Lin Jing dan Miaomiao yang sakit sakitan tanpa uang sepeser pun.
Demi bertahan hidup, Lin Jing melawan rasa takutnya akan ketinggian dan bekerja sebagai operator tower crane (derek menara) di konstruksi bangunan—sebuah pekerjaan ekstrem yang jarang dilakukan wanita—demi melunasi utang.

Kegagalan Pernikahan Kedua dan Tekad yang Tak Padam
Lin Jing sempat mencoba membangun hidup baru dengan suami kedua dan dikaruniai seorang putri. Namun, konflik dengan mertua dan kurangnya dukungan suami membuatnya kembali memilih jalan sulit: pergi dan berjuang sendiri bersama kedua anaknya.
Kini, setiap hari Lin Jing berjualan di jalanan. Miaomiao, yang kini sangat dewasa sebelum waktunya, menyadari kesulitan ibunya. Ia tumbuh menjadi anak yang sangat pengertian, meski ia sendiri harus berjuang melawan penyakit dan perundungan di sekolah.
Cahaya di Ujung Terowongan
Kisah ini menyentuh hati banyak orang saat blogger Zi Jin memberikan bantuan sebesar 50.000 Yuan secara spontan untuk biaya operasi Miaomiao yang ketiga. Tangis Lin Jing pecah—bukan karena menyerah, tapi karena akhirnya merasa “dilihat” dan dibantu setelah sekian lama berjuang sendirian di bawah tekanan hidup.
sumber asli : It is heartbreaking to see a 28-year-old mother setting up a stall with her two children and going through all the challenges of pregnancy and family. – iNEWS
berikut video tentang Lin jing