
Dalam dunia web hosting, pemilihan web server menjadi faktor penting yang mempengaruhi performa website. Selama ini, Nginx dan Apache mendominasi sebagai pilihan utama. Namun, OpenLiteSpeed (OLS) muncul sebagai alternatif yang menjanjikan. Kebetulan kemarin tim SPBE melakukan migrasi pusat data sehingga dibuatkan VM baru dan saya harus install ulang untuk web server, SSL git dan lainnya. Saya awalnya bimbang pilih NginX + PHP FPM, atau openlitespeed, akhirnya karena saya ingin merasakan bagaimana konfigurasi openlitespeed, saya coba install openlitespeed sebagai web server. Berikut ulasannya
Apa Itu OpenLiteSpeed?
OpenLiteSpeed adalah versi open-source dari LiteSpeed Web Server, yang dikenal dengan performanya yang tinggi dan konsumsi sumber daya yang lebih rendah dibandingkan Apache. OLS memiliki fitur bawaan seperti cache tingkat lanjut, event-driven architecture, dan dukungan HTTP/3 secara default. Dari beberapa review openlitespeed ini performance lebih bagus dibandingkan apache dan NginX.
Mengapa Menggunakan OpenLiteSpeed?
Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa OpenLiteSpeed bisa menjadi pilihan terbaik untuk web server Anda:
- Performa Tinggi
- OLS mampu menangani lebih banyak permintaan per detik dibandingkan Apache dan bahkan Nginx.
- Dilengkapi dengan optimasi bawaan untuk PHP melalui LSAPI, yang lebih cepat dibandingkan PHP-FPM di Nginx atau Apache.
- Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
- Arsitektur event-driven membuatnya lebih ringan dibandingkan Apache yang berbasis thread.
- Konsumsi RAM dan CPU lebih rendah, memungkinkan server dengan spesifikasi lebih kecil tetap bekerja optimal.
- Dukungan Teknologi Terbaru
- Native support untuk HTTP/3 yang meningkatkan kecepatan loading website.
- Dukungan QUIC yang lebih cepat dibandingkan protokol TCP.
- Integrasi bawaan dengan Redis dan Memcached untuk caching yang lebih efisien.
- Kemudahan Konfigurasi dan Manajemen
- Memiliki antarmuka admin berbasis web (GUI), memudahkan pengelolaan server tanpa harus menggunakan command line.
- Konfigurasi lebih sederhana dibandingkan Nginx, terutama untuk pemula.
- Gratis dan Open Source
- Bisa digunakan tanpa biaya lisensi, berbeda dengan LiteSpeed Enterprise.
- Komunitas aktif dan dokumentasi lengkap untuk mendukung pengguna.
- Keamanan yang Lebih Baik
- Mendukung ModSecurity untuk perlindungan terhadap serangan web.
- Fitur DDoS protection bawaan untuk menangkal serangan trafik berlebih.
Perbandingan Performa: OpenLiteSpeed vs Nginx vs Apache
1. Pengujian
Berikut adalah beberapa sumber referensi yang membandingkan performa OpenLiteSpeed, Nginx, dan Apache:
- Benchmark oleh RunCloud: Artikel ini membahas perbandingan antara OpenLiteSpeed, Nginx, dan Apache, menyoroti bahwa Nginx dan OpenLiteSpeed memiliki performa dan skalabilitas yang lebih baik dibandingkan Apache. RunCloud Website
- Benchmark oleh FlyWP: FlyWP melakukan pengujian dan menemukan bahwa OpenLiteSpeed unggul dalam efisiensi sumber daya dan kecepatan dibandingkan Nginx dan Apache. FlyWP
- Benchmark oleh LinuxConfig: LinuxConfig.org melakukan pengujian komprehensif dan menemukan bahwa Nginx dan OpenLiteSpeed secara konsisten memberikan hasil terbaik, sementara Apache memiliki performa terendah, terutama dalam pengujian dengan tingkat konkurensi tinggi. LinuxConfig
- Benchmark oleh CyberPanel: CyberPanel membandingkan OpenLiteSpeed dan Nginx, menemukan bahwa OpenLiteSpeed mencapai waktu respons rata-rata 279 milidetik, sementara Nginx memiliki rata-rata 604 milidetik, menunjukkan keunggulan OpenLiteSpeed dalam efisiensi. CyberPanel
- Benchmark oleh OpenLiteSpeed: Pengujian yang dilakukan oleh tim OpenLiteSpeed menunjukkan bahwa OpenLiteSpeed mampu menangani 15.883 permintaan per detik, dibandingkan dengan Nginx yang menangani 3.203 permintaan per detik, dan Apache dengan 1.204 permintaan per detik, dalam konteks situs WordPress yang di-cache. OpenLiteSpeed
Perlu dicatat bahwa beberapa sumber berasal dari pengembang atau komunitas yang terkait dengan OpenLiteSpeed, sehingga penting untuk mempertimbangkan potensi bias dalam hasil tersebut.
2. Konsumsi Memori dan CPU
- Apache: Menggunakan arsitektur thread-based yang cenderung lebih berat dalam konsumsi RAM dan CPU.
- Nginx: Menggunakan event-driven model yang lebih efisien dibanding Apache.
- OpenLiteSpeed: Memiliki event-driven architecture seperti Nginx, tetapi lebih dioptimalkan untuk caching dan efisiensi CPU.
Dalam pengujian penggunaan memori, OpenLiteSpeed mengonsumsi sekitar 30% lebih sedikit RAM dibandingkan Nginx dan 50% lebih hemat dibanding Apache.
Kelebihan dan Kekurangan OpenLiteSpeed
Kelebihan
✅ Performa tinggi dengan caching bawaan dan HTTP/3.
✅ Konsumsi sumber daya rendah, cocok untuk server dengan spesifikasi kecil.
✅ Antarmuka admin GUI, memudahkan konfigurasi dibandingkan Nginx yang berbasis CLI.
✅ Gratis dan open-source, bisa digunakan tanpa lisensi tambahan.
✅ Keamanan lebih baik dengan fitur ModSecurity dan proteksi DDoS bawaan.
Kekurangan
❌ Kompatibilitas terbatas, tidak semua modul Apache bisa digunakan langsung. ❌ Konfigurasi lebih kompleks dibandingkan Nginx, terutama untuk yang terbiasa dengan Apache.
Kesimpulan
Berdasarkan pengujian, OpenLiteSpeed menunjukkan keunggulan dalam kecepatan dan efisiensi sumber daya dibandingkan Nginx dan Apache. OLS menjadi pilihan ideal bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi dengan konsumsi resource yang lebih rendah. Namun, bagi yang mencari kestabilan dan dukungan luas, Nginx tetap menjadi opsi terbaik.
Jika Anda mencari web server yang cepat, ringan, dan mendukung teknologi terbaru seperti HTTP/3, OpenLiteSpeed layak dicoba!